Sudah sejak lama pegunungan yang memanjang di Desa Pucangan ini menjadi salah satu pusat tambang batu kapur yang menghasilkan uang, guna menghidupi keluarga.

Berkat Rahmat Tuhan juga, pengunungan ini tidak kunjung habis meski sudah banyak diambil batu kapurnya untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti saren maupun umpak.

Awalnya pengunungan ini diambil batunya dengan cara manual atau hanya menggunakan alat seadanya, seperti linggis dan palu besi dengan ukuran yang cukup besar. Namun dengan berjalannya waktu serta berkembangnya teknologi, masyarakat mulai menggunakan gergaji besi dengan ukuran sekitar 1 sampai 2 meter dan masih menggunakan tenaga manusia.

Dalam waktu yang cepat lagi, cara pengambilan batu kapur pun mulai berkembang pesat, yakni dengan menggunakan alat serkel atau mesin diesel. Hal ini hanya berjalan untuk beberapa tahun saja. Sebab mulai tahun 2017, tenaga listrik sudah mulai masuk dan menggantikan tenaga diesel.

Pegunungan ini menjadi salah satu lahan produktif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pucangan dan sekitarnya. Hasil dari tambang kapur, biasanya digunakan untuk bahan bangunan/tembok rumah masyarakat. Karena dirasa lebih kuat daripada batu bata merah.

Biasanya batu kapur yang diambil disetorkan di wilayah lokal seperti Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan beberapa wilayah Jawa Timur lainnya. Bahkan ada yang dikirim ke luar Jawa Timur seperti di Rembang, Pati, Juwana dan beberapa daerah di Jawa Tengah lainnya.

Bersyukur di daerah Pucangan dan sekitarnya diberikan pegunungan yang bisa dimanfaatkan, sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi sampai saat ini pegunungan ini mulai menipis karena terus-menerus diambil batu kapurnya.

Pegunungan ini juga semakin merendah karena di beberapa titik mulai longsor.
أحدث أقدم